Unit Sekolah
SAI CipedakSAI MeruyungSAI Studio AlamSAI CibinongSAI SukabumiSAI Edusport RangkasbitungSAI PalembangSAI BengkuluSAI PekanbaruTentang bagian ini
Sekolah bukan sekadar ruang kelas, tapi tempat anak belajar menjalani hidup: menemukan kemandirian, karakter, dan kreativitas melalui pengalaman nyata.
Tentang bagian ini
Program, kegiatan, dan karya nyata SAI di bidang pendidikan, lingkungan, dan kemanusiaan — menumbuhkan generasi yang peduli dan berdampak.
Inspirasi
BlogTentang bagian ini
Ruang berbagi gagasan dan solusi seputar pendidikan berbasis alam, karakter, dan kehidupan.
Tentang bagian ini
Kolaborasi bukan sekadar kerja sama, tapi perjalanan bersama untuk menebar manfaat dalam ekosistem yang saling menguatkan.
Jelajahi Let's Jump
Guru yang MenginspirasiTentang bagian ini
Let's Jump mengajak guru, orang tua, relawan, dan siapa pun yang peduli untuk melangkah bersama membangun pendidikan yang inklusif dan manusiawi.
Belief & Thinking
School of Life
Let's Jump
Belief & Thinking
School Curriculum
Satu perjalanan belajar yang utuh: dari bermain di KBTK hingga menemukan versi terbaik diri di BLESS, dengan SAI IST mendampingi anak berkebutuhan khusus di semua jenjang.
Tuntas motorik dan siap belajar
Kurikulum SAI KBTK
Di Sekolah Alam Indonesia, masa usia dini dipandang sebagai fase emas yang penuh potensi dan rasa ingin tahu. Pembelajaran di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KBTK) dirancang untuk merangsang seluruh aspek perkembangan anak—fisik, emosi, sosial, dan kognitif—melalui dunia bermain yang bermakna. “Mainku bukan main-main”: setiap kegiatan bermain adalah ruang belajar, dan setiap pengalaman adalah peluang tumbuh.


Filosofi Kurikulum SAI KBTK
Kurikulum SAI KBTK disusun untuk memfasilitasi perkembangan anak secara holistik dan personal, dengan prinsip:
- Anak adalah individu unik yang belajar melalui interaksi langsung dengan lingkungan.
- Bermain adalah cara alami anak untuk memahami dunia.
- Guru berperan sebagai pengamat aktif dan fasilitator pembelajaran, bukan pengisi pengetahuan semata.
- Lingkungan belajar didesain sebagai ruang yang kaya stimulasi dan mendorong eksplorasi bebas namun terarah.
Tujuan Kurikulum SAI KBTK
Menumbuhkan kesiapan belajar dan karakter positif anak sejak dini melalui:
-
Ranah Karakter
Membentuk nilai dasar seperti empati, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab dalam situasi keseharian yang konkret.
-
Ranah Kepemimpinan
Menumbuhkan keberanian berinisiatif, percaya diri, kemampuan berinteraksi sosial, dan mengenal peran dalam kelompok.
-
Ranah Keterampilan Berpikir
Merangsang rasa ingin tahu, kemampuan observasi, berpikir sebab-akibat, dan pemecahan masalah sederhana melalui permainan eksploratif dan aktivitas tematik.
Strategi Pembelajaran
Kegiatan belajar dilakukan secara tematik, integratif, dan berbasis pengalaman nyata, dengan pendekatan:
-
Play-Based Learning
Anak belajar melalui permainan terstruktur maupun bebas. Guru melakukan observasi dan intervensi edukatif untuk mengarahkan aktivitas bermain menjadi pembelajaran yang bermakna.
-
Outing dan Observasi Alam
Aktivitas luar ruang seperti menyentuh tanah, melihat kupu-kupu, menyiram tanaman, atau menjelajah taman menjadi sarana utama mengenalkan konsep dasar kehidupan dan alam.
-
Proyek Mini
Anak dilibatkan dalam proyek sederhana yang menggabungkan seni, sains, bahasa, dan sosial—misalnya membuat pasar mini, membuat makanan sehat, atau mendekorasi ruang kelas.
-
Refleksi dan Cerita
Anak diajak menyampaikan pengalaman dan perasaannya melalui cerita, gambar, atau ekspresi verbal—dasar melatih kemampuan metakognitif sejak dini.
Lingkungan Belajar di SAI KBTK
Lingkungan belajar di SAI KBTK dirancang sebagai “laboratorium kehidupan”: ruang kelas terbuka, kebun kecil, dapur anak, pojok eksplorasi, serta tempat duduk dari alam yang memberi kebebasan sekaligus arah dalam pembelajaran. Setiap sudut berfungsi sebagai rangsangan alami untuk bertanya, mencoba, dan membangun makna.
Kami mengutamakan keseimbangan antara stimulasi otak kiri dan kanan, serta perkembangan motorik kasar dan halus, dalam suasana yang hangat, aman, dan penuh cinta.






Belajar cara belajar
Kurikulum SAI SD
Jenjang Sekolah Dasar di Sekolah Alam Indonesia adalah fase membangun fondasi belajar seumur hidup. Tujuan utamanya adalah agar anak mampu belajar cara belajar—kemampuan dasar yang menjadi bekal utama menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Belajar di SAI bukan sekadar menyerap informasi, tapi tentang mengenali diri, membangun semangat belajar, dan mengambil tanggung jawab atas pembelajaran itu sendiri.


Struktur Perkembangan Pembelajaran SAI SD
Untuk mencapai tujuan “belajar cara belajar”, kurikulum SAI SD dirancang dalam tiga fase pembelajaran yang progresif:
-
1Belajar Dasar-dasar Belajar (SD 1–2)
Anak dikenalkan pada dunia belajar sebagai pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Anak dibantu untuk:
- Mengenal rutinitas belajar dan cara berinteraksi di lingkungan sosial
- Membangun rasa ingin tahu dan kegembiraan dalam mengeksplorasi hal baru
- Memahami hubungan antara pengalaman dan makna
Metode utama
- • Pembelajaran tematik integratif
- • Outing dan observasi
- • Proyek-proyek sederhana
- • Permainan edukatif yang membangun logika, emosi, dan sosial
-
2Membangun Tradisi Belajar (SD 3–4)
Anak mulai mengembangkan kebiasaan belajar yang lebih dalam dan terstruktur. Mereka mulai:
- Mampu menyusun rencana sederhana untuk belajar dan bekerja kelompok
- Mengembangkan keterampilan bertanya, berpikir kritis, dan refleksi
- Menyadari hubungan antara ilmu yang dipelajari dan realitas sekitarnya
Program unggulan & strategi
- • Journey SD 3: petualangan tematik bermalam, mengeksplorasi tema pembelajaran secara nyata
- • Discovery SD 4: perjalanan eksploratif untuk bertemu langsung dengan sumber pengetahuan (alam, tokoh, komunitas)
- • Project-Based Learning lintas mata pelajaran
- • Kolaborasi kelompok kecil dan refleksi pasca pengalaman
-
3Membangun Kemandirian Belajar (SD 5–6)
Anak disiapkan menjadi pembelajar mandiri yang mampu merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajarannya sendiri. Anak diberi ruang untuk:
- Memilih minat dan mendalami tema secara lebih dalam
- Menyusun dan menjalankan proyek secara mandiri atau berkelompok
- Berlatih menyampaikan gagasan dan hasil pemikirannya kepada komunitas
Program unggulan & fokus
- • Ekspedisi SD 5: perjalanan intensif 5 hari 4 malam ke taman nasional, belajar dari ekosistem dan budaya secara langsung
- • Simple Research SD 6: proyek penelitian individu sebagai refleksi 6 tahun belajar di SD
- • Manajemen diri dalam belajar; presentasi dan komunikasi ide
- • Penilaian berbasis portofolio dan proses
Tiga Ranah Pengembangan Kurikulum SAI SD
Di seluruh fase, pembelajaran SAI SD mengembangkan tiga ranah utama:
-
Ranah Karakter
Menguatkan nilai-nilai seperti jujur, tangguh, peduli, dan bertanggung jawab melalui praktik keseharian dan komunitas.
-
Ranah Kepemimpinan
Memberi kesempatan anak untuk memimpin kelompok, menyelesaikan konflik, membuat keputusan, dan tampil sebagai kontributor aktif.
-
Ranah Keterampilan Berpikir
Melatih keterampilan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan sistematis melalui eksplorasi dan penyelesaian masalah nyata.
Penilaian yang Autentik
Penilaian di SAI tidak hanya berfokus pada angka, melainkan mengapresiasi proses belajar dan pertumbuhan anak. Evaluasi dilakukan melalui:
- Observasi terencana oleh guru
- Portofolio proyek dan catatan proses
- Refleksi siswa
- Selebrasi karya bersama komunitas (guru, teman, orang tua)






Mengantarkan anak menuju kedewasaan
Kurikulum SAI SL
Jenjang Sekolah Lanjutan (setara SMP) adalah fase transisi penting, ketika anak memasuki masa remaja dengan dinamika fisik, emosi, sosial, dan spiritual yang semakin kompleks. Kurikulum SAI SL dirancang untuk mengantarkan anak menuju kedewasaan—tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga matang dalam karakter, tangguh menghadapi tantangan, dan mampu mengambil peran nyata di lingkungannya.


Filosofi Kurikulum SAI SL
- Remaja dipandang sebagai pribadi yang sedang mencari jati diri, sehingga pendidikan diarahkan untuk memberi ruang eksplorasi, refleksi, dan kontribusi nyata.
- Belajar tidak sekadar menguasai pengetahuan, melainkan melatih kemandirian, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
- Guru berperan sebagai mentor dan sahabat belajar yang mendampingi proses pencarian arah hidup anak.
Struktur Perkembangan Pembelajaran SL
-
1Manage One Self
Anak dilatih membangun mimpi, mengenal potensi, mengelola emosi, dan membangun kemandirian.
Signature project
- • Young Explorer (YE)
-
2Manage Others
Anak belajar memimpin, berkolaborasi, serta mengembangkan keterampilan komunikasi dan riset.
Signature project
- • Presiden Siswa & Young Researcher (YR)
-
3Beneficial Others
Anak diarahkan untuk membangun empati, memberi manfaat kepada masyarakat dan lingkungan, serta menemukan makna kedewasaan.
Signature project
- • Live In
Menuju generasi pemimpin
Melalui perjalanan ini, anak tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter, tangguh menghadapi tantangan, dan siap menapaki fase berikutnya sebagai generasi pemimpin berkarakter mulia.






Guidance to discover your best
Kurikulum SAI BLESS
SAI BLESS adalah jenjang akhir dari perjalanan belajar di Sekolah Alam Indonesia, fase penting ketika remaja dipandu menemukan jati dirinya dan menyiapkan langkah nyata menuju masa depan. Kurikulumnya dibangun dari pengalaman lebih dari 11 tahun membentuk generasi muda yang berkarakter mulia, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki wawasan bisnis yang relevan dengan tantangan abad ke-21.


Filosofi Kurikulum SAI BLESS
Proses menuju kedewasaan adalah perjalanan dari dependent (bergantung), menuju independent (mandiri), hingga interdependent (saling bergantung dan memberi manfaat). Karena itu, pembelajaran di SAI BLESS menumbuhkan iman, ilmu, dan amal secara seimbang: iman sebagai dasar nilai, ilmu sebagai bekal berpikir, dan amal sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Pendekatan Belajar
Belajar di SAI BLESS adalah perjalanan personal untuk menemukan potensi terbaik dan meraih impian. Setiap siswa—disebut coachee—didampingi seorang coach melalui pendekatan individual curriculum dan experience-designed learning. Mereka merancang jalur belajar sesuai cita-cita: melanjutkan pendidikan tinggi, membangun bisnis, maupun menekuni karya sosial.
Sarana pendukungnya antara lain Personal Branding Canvas, Business Model Canvas, Social Impact Canvas, Discovering Me, MBTI dan Talent Mapping, serta alat asesmen personal lain yang membantu siswa memahami diri, merancang portofolio, dan menapaki jalur impiannya.
Kebijakan Mutu
Kebijakan mutu SAI BLESS berfokus pada pengembangan siswa sebagai individu unik dan berkarakter mulia: pembelajaran yang fleksibel dan berbasis pengalaman nyata, pendampingan holistik, asesmen yang transparan, serta keterlibatan komunitas.
Puncak Perjalanan: I-Journey
Individual Journey (I-Journey) adalah perjalanan belajar personal yang dirancang sesuai minat, cita-cita, dan tujuan hidup siswa—ruang refleksi sekaligus lompatan, agar setiap anak menemukan versi terbaik dirinya (discover your best) dan berani mewujudkan impian besarnya (reach your dream).






Berdaya dengan yang dimiliki
Kurikulum SAI IST
SAI Inclusive Special Treatment (IST) adalah kelas khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mendampingi di semua jenjang. Setiap anak unik dan berhak tumbuh dengan martabat; fokusnya pada potensi, bukan keterbatasan. Perjalanan belajarnya: dependent → independent → interdependent, sejalan dengan tumbuh menuju kedewasaan.


Tujuan Kurikulum (3 Ranah SAI)
-
Ranah Karakter
Menguatkan nilai-nilai seperti jujur, tangguh, peduli, dan bertanggung jawab melalui praktik keseharian dan komunitas.
-
Ranah Kepemimpinan
Memberi kesempatan anak untuk memimpin kelompok, menyelesaikan konflik, membuat keputusan, dan tampil sebagai kontributor aktif.
-
Ranah Keterampilan Berpikir
Melatih keterampilan berpikir kritis, kreatif, reflektif, dan sistematis melalui eksplorasi dan penyelesaian masalah nyata.
Prinsip Inklusif & Akses
- Zero-reject policy dan lingkungan paling inklusif (Least Restrictive Environment).
- Universal Design for Learning (UDL) dan akomodasi wajar: waktu, materi, dan alat bantu.
- Anti-stigma, etika, dan keselamatan (safeguarding) sebagai standar mutu.
Pendekatan Belajar
- Kurikulum reguler disesuaikan menjadi Individual Educational Plan (IEP).
- Strategi aktif dan berbasis pengalaman (proyek, alam, komunitas) dengan penyesuaian kebutuhan.
- Guru, terapis, dan orang tua bekerja bersama sebagai tim pendamping holistik.
- Play- dan nature-based untuk dasar; project-based yang diadaptasi untuk level lanjut (tujuan kecil, tugas terstruktur).
Kebijakan Mutu
Pembelajaran inklusif di SAI berfokus pada pengalaman nyata, asesmen transparan, dan keterlibatan komunitas. Tujuannya sederhana: memastikan setiap anak benar-benar berdaya dengan yang dimiliki dan memiliki kesempatan untuk tumbuh sesuai fitrahnya.







